I. PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Usaha/ bisnis pada saat ini sangat berkembang dengan pesat. Hal itu dapat dilihat dari mulai banyaknya bermunculan wirausahawan-wirausahawan muda yang memiliki ide-ide dan terobosan yang sangat kreatif di segala bidang baik itu dari bidang produk makanan, kerajinan, maupun yang lainnya. Jika dilihat perkembangan usaha dalam bidang makanan (kuliner) sangatlah pesat terbukti telah banyaknya bermunculan kios-kios yang menyediakan makanan yang bervariasi. Jenis produk-produk makanan dewasa ini juga telah telah berkembang. Telah banyak dikembangkan usaha-usaha pengolahan makanan yang beraneka ragam. Pesatnya perkembangan usaha pengolahan makanan ini disebabkan karena setiap manusia pasti memerlukan yang namanya makan.
Dalam kesempatan ini kelompok kami berencana membuka usaha/bisnis dalam bidang makanan yaitu mengolah belut menjadi kripik kripik belut yang kaya akan protein. Alasan kelompok kami membuat bisnis kripik belut, karena dapat dilihat dari kegiatan manusia yang tak bisa lepas dari kegiatan makan. Selain itu belut juga memiliki kandungan nilai gizi yang sangat tinggi. Misalnya protein, jika di bandingkan dengan jenis daging-daging yang lainnya daging belut mengandung protein yang memiliki kualitas lebih baik dan lebih banyak.
Alasan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu kami pernah melakukan survey ke suatu desa di daerah Tabanan, dimana didaerah tersebut terjadi serangan hama keong (kakul) pada tanaman padi di daerah tersebut. Disini kami melihat peluang bahwa di daerah sangat cocok untuk budidaya belut karena keong ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk belut. Jadi kami berencana bekerja sama dengan para petani di daerah tersebut, dimana para petani itu membudidayakan belut dan kami akan menampung hasil panen belut dari petani ini dan akan kami olah menjadi keripik belut, jadi sama-sama memproleh keuntungan.
1.2. Tujuan Usaha
Ada pun tujuan dari usaha pengolahan kripik belut ini adalah :
· Menciptakan suatu produk olahan belut, yang memiliki kandungan protein tinggi yang baik bagi kesehatan.
· Memberikan solusi bagi para petani, agar dapat sama-sama memperoleh keuntungan
· Mempromosikan belut yang kaya akan kandungan gizi kepada masyarakat luas.
II. DESKRIPSI USAHA
2.1.Deskripsi dan Bidang Usaha
Pada usaha/bisnis ini kami membuat konsep bisnis yang sederhana dimana konsep kami itu adalah tentang “makanan ringan yang kaya akan kandungan gizi”. Bisnis kami bergerak dibidang makanan, dimana kami disini menggunakan belut sebagai bahan baku utama. Dapat kita ketahui bahwa nilai protein pada belut lebih tinggi dari protein telur. Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga usia lanjut. Dilihat dari komposisi gizinya, belut mempunyai nilai energi yang cukup tinggi, yaitu 303 kkal per 100 gram daging. Maka dari itu kami memiliki konsep untuk membuat rencana bisnis tentang makanan ringan dari belut yang kaya akan gizi. Kripik belut ini dapat dimanfaatkan sebagai lauk untuk pendaping makan, dan juga dapat dimanfaatkan sebagai camilan atau makanan ringan.
2.2.Analisa SWOT
Pada bagian analisis SWOT yaitu Strength-Weaknesses-Oportunity-Threats dimana pada bagian ini menjelaskan tentang Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan, serta Ancaman yang akan dihadapi dalam bisnis ini.
· Kekuatan: kekuatan dari bisnis yang akan kami jalankan ini adalah keunikan dan kekhasan dari kripik belut yang akan kami produksi, yaitu kripik belut yang kaya akan nilai gizi yang baik untuk kesehatan.
· Kelemahan: kelemahan dari perencanaan bisnis yang akan kami jalankan nanti adalah sulitnya mencari bahan baku (belut), karena masih jarang masyarakat yang membudidayakan belut khususnya di bali. Jadi kami akan mensuplay bahan baku dari daerah jawa.
· Kesempatan: untuk kesempatan, kami rasa kesempatan untuk berbisnis kripik belut masih terbuka lebar karena kebutuhan masyarakat akan kripik belut sekarang ini masih belum bisa terpenuhi.
· Ancaman: ancaman usaha kripik belut ini pasti ada, salaha satunya yaitu masalah pesaing usaha, namun kami optimis produk kripik belut kami akan dapat diterima oleh masyarakat.
2.3.Dampak Usaha Terhadap Lingkungan (ekonomi,social,budaya)
Dampak dari suatu usah dapat berupa dampak positive dan juga dampak negative. Namun kami sudah mengamati segala sudut dari rencana bisnis kripik belut ini, dan kami rasa bisnis kripik nelut ini tidak memiliki dampak negative terhadap lingkungan. Untuk dampak positivenya sangatlah banyak, antara lain :
- Produk kripik belut kami merupakan produk makanan yang akan nilai gizi yang baik untuk kesehatan masyarakat.
- Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
- Menjalin kerjasama kepada para petani, sehingga sama-sama diuntungkan.
2.4.Resiko Usaha
Yang namanya suatu usaha sudah pasti memiliki resiko, begitupundengan usaha yang akan kami jalankan. Adapun resiko dari usaha yang akan kami jalankan ini adalah kemungkinan tidak tersedianya bahan baku (belut) karena sampai sekarang masih sangat sulit mencari belut khususnya di daerah bali. Resiko yang lainnya yaitu kegagalan dalam hal pemasaran, karena banyaknya pesaing bisnis. Namun resiko-resiko tadi akan dapat kami atasi.masalah bahan baku, kami bisa memesan dari daerah jawa. Dan untuk masalah pemasaran, kami akan bersaing dalam hal kualitas dan harga produk.
III. ANALISIS PRODUK
3.1.Jenis Produk
Jenis produk yang akan dihasilkan dari perencanaan bisnis yang kami buat adalah bergerak dibidang makanan ringan. Kami menggunakan bahan baku belut sebagai bahan baku utama yaitu kripik belut yang kaya akan protein.
3.2.Nama dan Karakteristik Produk
Produk kripik belut ini akan diberi nama “BELUT CRIPZ CRANZ (Kripik Belut Kaya Protein)”
Karakteristik kripik belut kami yaitu terdapat pilihan rasa antara lain pedas dan yang biasa. Keripik belut kami ini kering sehingga gurih, krispi, dan tidak terlalu keras.
3.3.Kegunaan, Keunggulan, dan Keunikan
Jika kita lihat di pasaran telah banyak terdapat produk- produk kripik belut seperti ini. Namun kami berani bersaing dalam bisnis kripik belut ini karena kami melihat sebagian besar masyarakat menyukai kripik belut ini, selain karena memiliki kandungan gizi yang sangan kompleks, rasa dari krippik belut juga sangat disukai oleh kebanyakan masyarakat. Selain itu kami juga berani bersaing dalam kegunaan, keunggulan, dan keunikan dari produk kami, yaitu :
· Kegunaan, produk kripik belut ini dapat dimanfaatkan sebagai lauk makan, maupun sebagai camilan.
· Keunggulan, kripik belut produksi kami memiliki beberapa keunggulan, antara lain :
- Kami menyiapkan kripik belut dengan berbagai variasi rasa, agar dapat dinikmati oleh berbagilapisan umur masyarakat, baik dari anak-anak, dewasa, maupun orang tua.
- Kami mengemas produk kami dalam berbagai ukuran, agar agar dapat dinikmati oleh berbagai lapisan ekonomi masyarakat.
· Keunikan, keunikan dari produk kripik belut kami adalah dalam hal rasa yaitu tersedia rasa yang bervariasi.
IV. RENCANA PEMASARAN
4.1.Deskripsa dan Target Konsumen
Konsumen dari produk kripik belut kami ini yaitu masyarakat dari semua lapisan dan golongan. Dari masyarakat ekonomi lemah sampai masyaraka ekonomi kuat, dari anak-anak sampai orang tua. Karena kami menyiapkan produk dengan harga dan rasa yang kami sesuaikan dengan konsumen.
Namun sasaran utama konsumen dari usaha ini yaitu masyarakat yang sadar akan kesehatan yang mengerti bahwa kandungan gizi pada belut sangatlah kompleks dan tinggi. Konsumen seperti ini biasanya berasal dari mesyaratkat yang berpendidikan dan dari kalangan akonomi menengah ke atas.
4.2.Pesaing dan Situasi Persaingan
Persaingan dalam kripik belut, kami rasa tidak begitu berat karena kripik belut masih jarang berada di pasaran.Selain itu kebutuhan masyarakat akan kripik belut juga masih belum terpenuhi. Produk-produk substitusi yang dapat dikategorikan pesaing dalam bisnis ini adalah kripik kulit ayam, kripik ceker ayam, kripik babi,kripik usus ayam dan kripik-kripik jenis lain. Pesaing dalam bisnis kripik belut ini umumnya memproduksi kripik belut dengan rasa yang tidak bervariasi sedangkan kebutuhan konsumen sangatlah bervariasi. Selain itu sangat jarang kripik belut yang dijual dalam kemasan kecil, sehingga mereka yang kondisi kantongnya tipis tidak bisa ikut menikmati produk kripik belut ini.. Kekuatan pesaing dalam dunia kripik belut maupun di dunia kripik terletak pada simpelnya atau sederhananya packing dari kripik-kripik sehingga kripik dapat dijual lebih murah, dikemas dalam wadah plastik yang kecil sehingga cukup untuk sedikit kripik belut dan dijual umumnya Rp 500,00-1000,00 per bungkus serta bisnis kripik belut ini melimpah pada saat musim hujan. Kelemahan pesaing terletak pada tidak konsistensinya kripik belut berada di pasaran. Karena pada umumnya, pesaing melakukan produksi dengan memanfaatkaan tangkapan belut dari sawah. Sehingga jika di sawah tidak sedang musim belut, pra produsen kripik belut ini tidak dak dapat berproduksi lagi karena tidak ada bahan baku. Kelemahan dari produk substitusi adalah masalah keinginan konsumen. Kami berani terjun dalan usaha kripik belut karena kami tau yang dinginkan oleh konsumen adalah kripik belut yang berprotein tinggi yang memiliki rasa enak. Sehingga pesaing dari produk subtitusi, menurut kami tidak akan terlalu menghawatirkan karena kripik belut memiliki konsumen tersendiri.
kripik belut kami bila disandingkan dengan kripik belut lain maupun dengan kripik substitusi, kripik belut kami memilki keunggulan yaitu:
- Bahan baku yang kami gunakan berasal dari peternak belut ( daerah Bali dan luar Bali) sehingga supply bahan baku akan terus dapat berjalan lencar dan tidak terpengaruh lagi oleh musim di sawah.
- Kami menyiapkan rasa special yaitu rasa pedas yang kami sesuaikan dengan lidah para konsumen (daerah Bali) yang sangat menyukai rasa pedas.
- Kami akan menyediakan kripik belut dalam kemasan kecil dan pengemasan yang sederhana sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih murah agar terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Berdasarkan pangsa pasar, kripik buatan kami masih minim di pasaran dan tentunya akan menimbulkan daya tarik bagi konsumen untuk mencicipi produk kami. Belut sebagai makanan tradisional dapat pula menimbulkan suasana pedesaan ataupun mengingatkan seseorang dengan masa lalunya.
Berdasarkan kualitas, kripik belut kami memiliki kualitas gizi yang jauh lebih baik dari kripik lain karena bahan baku belut kami diperoleh dari peternakan belut sehinggan keorganikannya lebih terjamin. Selain itu kripik belut kami digoreng dengan minyak sehat. Minyak sehat yang kami maksud adalah minyak goreng sekali pakai ataupun bukan minyak goreng jelantah. Setiap sekali penggunaan minyak goreng, kami menambahkan dengan minyak goreng baru kedalam minyak goreng yang telah kami pakai. Tujuannya adalah untuk menetralisir zat karsinogenik yang terapat pada minyak goreng yang telah terpakai.
Berdasarkan harga, kami akan menjual produk kripik belut kami seharga Rp 30.000,-/ 250 gr. namun kami juga menjual dengan kemasan (berat) lebih kecil, misalnya 150 gr, 100gr dan 50 gr. Harga ini memang tidak jauh berbeda dengan produk lain namun kami tetap bersaing dalam hal rasa dan nilai gizi produk.
Berdasarkan performansi, packing dari produk ini kami desain simple dan dilengkapi dengan identitas produk meliputi nama produk, tanggal pembuatan produk, tanggal batas konsumsi (kadaluarsa) dan nama usaha kami sebagai produsen. Packing dari plastik yang transparan kami manfaatkan untuk menarik pembeli melaui keseragaman, keserasian warna dari produk kami.
Nilai tambah yang membedakan produk kami dengan produk kripik lain adalah nilai gizi produk dimana produk tidak digoreng dengan minyak jelantah. Produk yang digoreng dengan minyak yang tidak jelantah akan menghasilkan rasa, aroma dan tekstur yang lebih baik dari pada produk yang digoreng dengan minyak jelantah. Keunggulan lain yang kami milki adalah dari packing, dimana pacaking kami dilengkapi dengan identitas produk sehingga konsumen dapat menyampaikan saran, keluhan, dan mengingat nama dari produk kami. Identitas produk ini juga sebagai rasa tanggung jawab kami atas produk yang kami keluarkan. Dari bahan baku yaitu belut, belut mengandung protein yang tinggi yaitu asam amino esensial (aspartat, lisin, isoleusin, glutamat dan leusin) dan asam amino non esensial (arginin)serta fosfor, vitamin A dan vitamin B, zat besi. Sementara kaki ayam (ceker ayam) mengandung mengandung protein dan zat besi, usus ayam tidak mengandung lemak, kulit ayam umumnya mengandung banyak lemak dan kripik babi pun juga terbuat dari lemak. Jelas dari segi gizi, belut memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari produk lain.
Untuk menghadapi persaingan di dunia kripik, kami mengandalkan keunggulan-keunggulan kami, seperti yang telah kami sebutkan di atas. Dalam bisnis ini, kami tidak melakukan promosi berupa pamflet atau selebaran maupun coba gratis produk tapi kami menarik pembeli melalui penampilan produk kami.